online learning

Sementara COVID-19 terus menyebar, orang tua di semua negeri menghadapi keputusan yang benar-benar susah: Haruskah si kecil-si kecil kembali ke online learning? Atau secara seketika?

Kedua keputusan hal yang demikian mempunyai risiko masing-masing. Kedua keputusan hal yang demikian mempunyai manfaatnya masing-masing. Jeffrey Kahn, M.D., Direktur Penyakit Menular di Children\\’s Health℠ dan profesor di UT Southwestern, menawarkan bimbingan spesialis terhadap orang tua yang membikin alternatif yang susah ini.

Simak juga : homeschooling di jakarta

1. Pertimbangkan kesehatan buah hati Anda dan keluarga Anda

Pertama, Anda seharusnya memastikan apakah buah hati Anda atau orang lain di rumah Anda berisiko tinggi terkena penyakit serius dampak COVID-19. Ini mungkin termasuk orang dewasa atau buah hati-buah hati yang mempunyai:

  • Kekurangan imun sebab situasi medis, mengisap rokok, transplantasi organ, terapi kanker atau HIV / AIDS
  • Asma atau penyakit paru-paru kronis
  • Penyakit sel sabit
  • Penyakit ginjal kronis
  • Diabetes
  • Situasi jantung
  • Penyakit hati
  • Obesitas parah (indeks massa tubuh lebih dari 30)

“Jikalau buah hati Anda mempunyai situasi medis yang mendasarinya, Anda seharusnya berbincang-bincang dengan dokter buah hati mereka untuk minta pengarahan supaya kembali ke sekolah,” kata Dr. Kahn.

Simak juga : sekolah international di jakarta utara

Meski beberapa besar buah hati-buah hati tampaknya tak berisiko lebih tinggi untuk COVID-19 ketimbang orang dewasa, buah hati-buah hati dengan situasi medis yang mendasarinya berisiko. Kecuali itu, buah hati-buah hati bisa menyebarkan virus ke orang lain. Online Learning

Simak juga : sekolah international di kelapa gading

“Kami tahu buah hati-buah hati bisa tertular virus dan bisa menyebarkan virus, malah apabila mereka menampilkan sedikit gejala,” kata Dr. Kahn. “Anda lebih mungkin tertular virus apabila seseorang di rumah Anda terkena virus.” Online Learning

Simak juga : Sekolah katolik international kelapa gading

Jikalau ada orang di rumah Anda yang berusia di atas 65 tahun atau mempunyai situasi medis yang mendasari, mungkin lebih aman bagi semua keluarga bagi buah hati Anda untuk tinggal di rumah, apabila memungkinkan.

Simka juga : Sekolah katolik international jakarta

2. Pikirkan seputar kesanggupan si kecil Anda

Hati-si kecil pada umur yang sama bisa mempunyai tingkat kematangan yang berbeda. Hati Anda patut mempunyai umur dan tingkat kedewasaan yang ideal untuk mencontoh kebijakan keselamatan sekolah. Online Learning

Simak juga : homeschooling jakarta

“Saat di sekolah, si kecil-si kecil patut menggunakan masker dan mempraktikkan jarak sosial,” kata Dr. Kahn. “Hati-si kecil yang lebih besar dan si kecil-si kecil yang lebih dewasa akan bisa menjalankannya tanpa persoalan. Untuk si kecil-si kecil yang lebih kecil, itu mungkin lebih menantang.” Online Learning

Simak juga : homeschooling terbaik di jakarta

Apabila Anda tak yakin si kecil Anda akan bisa mencontoh perintah keselamatan, Anda bisa menetapkan untuk menaruhnya di rumah untuk menjaga keamanan keluarga Anda jikalau keadaan Anda memungkinkan untuk pilihan ini. Online Learning

3. Kenal agenda sekolah Anda dan langkah-langkah keamanan

Dr. Kahn menganjurkan untuk mengamati kebijakan mengenai waktu-waktu dikala si kecil-si kecil bisa berkumpul, seperti waktu makan siang, di bis, penjemputan sekolah, dan pengantaran ke sekolah.

simak juga : homeschooling jakarta utara

Pastikan Anda dan si kecil Anda siap untuk mencontoh undang-undang apa malah untuk waktu-waktu ini tiap-tiap hari. Apabila Anda mempunyai kekhawatiran seputar kebijakan, buka sekolah Anda untuk menerima jawaban.

4. Kenal agenda cadangan Anda

Bila Anda mengirim buah hati Anda ke sekolah, Anda sepatutnya mempunyai agenda pilihan bila sekolah tutup sebab wabah. Akankah seseorang bisa mengawasi buah hati di rumah ketika mereka melaksanakan pelajaran virtual? Apakah ada daerah penitipan buah hati atau sentra penitipan lainnya yang dapat merawat mereka di siang hari?

Simak juga : home schooling jakarta utara

Status pandemi COVID-19 senantiasa berubah, dan virus corona menyebar secara berbeda di semua negeri. Ingatlah bahwa pandemi ini ialah waktu yang tak lazim dan membikin stres bagi banyak orang, lebih-lebih bagi keluarga. Anda melaksanakan profesi dengan bagus dalam membikin keputusan yang terbaik untuk keluarga Anda.

Simak juga : homeschooling kelapa gading

5. Pertimbangkan pro dan kontra

Pro dan kontra dari perintah secara seketika versus perintah virtual akan berbeda untuk tiap-tiap keluarga. Lakukan yang terbaik untuk menimbangnya satu sama lain.

“Mempunyai si kecil-si kecil mencari ilmu tak cuma memberi mereka pengajaran namun juga interaksi dengan si kecil-si kecil lain dan sosialisasi dengan sahabat sepermainan,” kata Dr. Kahn. \\”Ini seluruh merupakan hal penting bagi si kecil-si kecil sejauh menyangkut perkembangan.\\”

Sosialisasi dapat jadi susah untuk diikuti secara virtual, khususnya untuk tugas-tugas seperti berprofesi dalam golongan kecil.

Pelajaran virtual juga bisa mengurangi kegiatan lahiriah sebab si kecil-si kecil mengamati layar alih-alih bergerak di siang hari. Tapi itu merupakan opsi teraman sebab Sentra Penguasaan dan Pencegahan Penyakit (CDC) masih menganjurkan jarak sosial untuk mencegah infeksi.

“Kami berkeinginan menjaga si kecil-si kecil dan keluarga kami seaman mungkin,” kata Dr. Kahn. “Padahal pelajaran virtual mungkin bukan platform yang pas, mungkin perlu untuk menghadapi keadaan kesehatan masyarakat tergantung pada tingkat sirkulasi virus di kelompok sosial.”

6. Tekankan keamanan untuk si kecil-si kecil yang kembali ke sekolah

Kalau Anda memilih untuk mengirim si kecil Anda kembali ke sekolah, Anda patut berdiskusi dengan mereka perihal perubahan sekolah dan tata tertib serta perbuatan pencegahan apa yang perlu mereka ikuti. Kasih tahu mereka bahwa mereka perlu:

Kenakan masker selain ketika mereka makan
Jaga jarak sosial dari sahabat sekelas dan guru, apabila memungkinkan
Jarang-seringlah mencuci tangan, termasuk sesudah makan
Ikuti tata tertib atau kebijakan lain yang diuraikan sekolah Anda
“Anda bisa memberdayakan si kecil-si kecil Anda dengan memberi tahu mereka bahwa mereka memainkan peran mereka dalam menghentikan pandemi,” kata Dr. Kahn. “Itu dapat menolong mereka merasa lebih bagus perihal mengaplikasikan topeng dan menjaga jarak.”

Hindari Membeli Rumah di Lokasi yang Tidak Memenuhi Kriteria Ini